Memiliki peran penting dalam mesin kendaraan Anda. Pasalnya busi berfungsi untuk mengubah tegangan listrik yang disalurkan oleh koil lalu menjadi percikan api yang akan membakar campuran bahan bakar dan udara di ruang mesin. Sehingga mesin mobil dapat hidup dengan normal.
Agar tetap menjaga pengapian mesin mobil tetap terjaga normal maka harus dilakukan perawatan secara berkala pada busi mobil. Banyak orang yang menyelepekan akan hal ini padahal busi merupakan part yang penting untuk menghasilkan pengapian pada ruang bakar mesin.
Jika ini tidak di cek secara berkala maka pembakaran pun akan terhambat dan bisa menyebabkan mogok di jalan loh lantaran ruang mesin tidak ada pengapian. Supaya busi bisa berfungsi dengan baik lakukan tips-tips ini.
1. Lakukan pengecekan kerak
Anda bisa mengetahui kondisi busi denga membongkar dan melihat kerak (carbon fouling) yang menempel pada permukaan busi. Dari lapisan kerak ini, Anda akan tahu kondisi busi yang Anda pakai saat ini. Dengan melihat warna dan ketebalan kerak yang menempel pada bagian permukaan busi.
Jika di temui tumpukan kerak warna hitam pada bagian kepala busi, bisa dipastikan ada masalah. Tumpukan kerak hitam akan membuat daya tahan isolasi busi rendah. Hasilnya, tegangan listrik dari koil pun ikut rendah.
Itu juga berpengaruh terhadap percikan api yang dihasilkan busi juga akan lemah. Jika di dapati warna busi seperti itu segera bersihkan dengan menggunakan cairan khusus agar kotoran dan kerak yang menempel akan mudah hilang.
2. Hindari bersihkan busi menggunakan Amplas atau sikat kawat
Hindari membersihkan kerak yang menempel pada busi dengan menggunakan amplas atau sikat kawat ya. Amplas dan sikat kawat memiliki sifat abrasif.
Jika di lakukan pembersihan pada busi dikhawatirkan dapat mengikis permukaan busi. Terlebih jika Anda menggosok amplas dengan kuat, bisa dipastikan lapisan terluar busi akan ikut terkikis bersama kerak.
3. Periksa kerapatan kepala busi
Sesudah membersihkan kerak dari kepala busi, Ada baiknya Anda juga harus memeriksa kerapatan kepala busi. Pengecekan ini bisa dilakukan bersamaan dengan waktu penggantian oli.
Semakin lama busi digunakan, maka akan menurunkan performa dan tingkat kerapatannya. Semakin renggang busi tersebut maka akan semakin besar daya listrik yang diperlukan. Anda bisa lakukan dengan menyetel ulang. Tapi jika terlalu renggang kepala busi sebaiknya diganti dengan yang baru.
4. Ganti busi sesuai umur pakai
Meskipun di rawat dan dilakukan pengecekan berkala, namun komponen ini memiliki usia pakai dan tidak dapat digunakan terus menerus.
Disarankan untuk mengganti busi setiap 20.000 km bersamaan dengan Anda mengganti oli mesin kendaraan. Jangan menunggu busi rusak. Jika rusak maka mobil akan mogok karena tidak adanya pengapian dalam ruang bakar mesin.
Sumber : okezone